Selasa, 19 Mei 2015

KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGI

Manajemen strategis adalah satu set keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan performa jangka panjang perusahaan. Hal ini mencakup pemindaian lingkungan (baik eksternal dan internal), tahap formulasi strategi (perencanaan strategis atau jangka panjang), strategi pelaksanaan, dan evaluasi & kontrol. Studi manajemen strategis menekankan monitoring dan evaluasi peluang dan ancaman eksternal dalam kekuatan dan kelemahan sebuah perusahaan. Manajemen strategis menggabungkan topik-topik seperti perencanaan strategis, pemindaian lingkungan dan analisis industri. Dalam manajemen strategis, strategi dipahami bukan hanyak sebagai “ berbagai cara untuk mencapai tujuan” melainkan juga mencangkup penentuan berbagai tujuan itu sendiri. 
Tahap-Tahap Manajemen Strategis
Tahap 1: Dasar Perencanaan Keuangan.
Manajer memulai perencanaan serius ketika mereka diminta untuk mengusulkan anggaran tahun berikutnya .Proyek-proyek yang diusulkan biasanya baru sedikit dianalisis dengan mengandalkan informasi yang datang dari dalam perusahaan. Perusahaan biasanya menyediakan sejumlah kecil

Minggu, 10 Mei 2015

STRATEGI PROMOSI DUA PRODUK MENGGUNAKAN GAME THEORY

LATAR BELAKANG
Promosi memiliki peranan yang penting dalam penentuan posisi perusahaan di pasar. Adanya promosi penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu akan menambah nilai suatu produk ataupun merek. Koordinasi dan integrasi promosi dengan aspek-aspek strategi lainya kadang sulit untuk dilakukan di pasar internasional. Ada banyak pertimbangan dalam mendesain strategi promosi untuk pasar internasional terlebih segmen pelanggan yang lebih kompleks, perbedaan geografis, perbedaan budaya, penentuan media, perbedaan  kemampuan daya beli, dan lainya menjadi pertimbangan apakah strategi promosi di setiap negara akan terstandarisasi ataukah terlokalisasi, disamping pertimbangan dana untuk promosi.
Salah satu cara untuk produk baru memasuki pasar internasional adalah dengan melakukan kerjasama promosi dengan produk yang sudah memiliki nama di pasar internasional. Kesuksesan dari kerjasama promosi sangatlah bergantung pada ketepatan memilih mitra. Bagaimana mitra tersebut mampu menambahkan nilai pada produk kita, serta dengan produk apa kita bisa melakukan kerjasama. Dengan adanya kerjasama ini bukan hanya akan berdampak positif pada permintaan, penjualan, dan posisi produk kita di pasar. Tetapi juga dapat dijadikan ajang meningkatkan brand image yang kuat di masyarakat terlebih untuk di pasar internasional. Di pasar internasional terkadang sangat sulit  bagi produk kita untuk diterima masyarakat mengingat kita tahu betul perbedaan lingkungan pemasaran antara di dalam negeri dan di luar negeri. Kerjasama promosi yang diusung perusahaan untuk dapat memposisikan diri di pasar luar negeri juga bisa dijadikan salah satu sarana CSR (Customer Social Responsibility). Kerjasama promosi ini sudah sering digunakan oleh perusahaan dengan berbagai macam tujuan baik untuk meningkatkan pendapatan ataupun untuk memperkuat brand image mereka di pasar. Seperti contoh pada tahun 2007 Mars Incorporate melakukan kerjasama dengan Dream Work Entertainment untuk mempromosikan produk permen cokelat Sneakers dan film Sherk 3 atau duet fenomenal Mc Donald dengan Coca-Cola,  serta Procter and Gambler (P&G) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Amerika Serikat dimana sebagian hasil penjualan produk didonasikan untuk penelitian.

Selasa, 24 Februari 2015

MID-TES E-BUSINESS


1.      DISTINGUISH BETWEEN E-COMMERCE AND E-BUSINESS
a.       e-commerce: all electronically mediated transaction between organization and the third party it deal with; exchange information across electronic network at any stage in supply chain weather within an organization. the activities of e-commerce can differ on two perspective, buy-side and sell-side. While the activities of e-business not only buy-side and sell-side but also how to interact with all company’s stakeholders. E-commerce covers outward-facing processes that touch customers, suppliers and external partners, including sales, marketing, order taking, delivery, customer service, purchasing of raw materials and supplies for production and procurement of indirect operating-expense items, such as office supplies. It involves new business models and the potential to gain new revenue or lose some existing revenue to new competitors.

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT IN SYSTEM INFORMATION CONTEXT



DELLA ANDINI

Value Chain
Value chain is a concept for considering key activities that organization can perform or manage with intention of adding value for the customer as product and services move from conception to delivery to the customer.
Value chain is activities to add a value and reduce cost in order to create effectiveness from organization’s supply chain activities.
The Impact e-business to value chain
In my opinion, an existence e-business can create competitive advantages for organization.
E-business growth has created direct marketing such online purchasing and selling activities. The growth of e-business exposes an opportunity to expand or to reach another customer’s segment. It shows that existence of e-business can create value chain in marketing activity.
In procurement activity, a progression of electronic communication can make value chain by reducing cost and create integrating data. In the primary value chain, benefits can be even greater, for example, if a retailer shares information electronically with a supplier about demand for its products, this can enhance the value chain of both parties since the cycle time for ordering can be reduced, resulting in lower inventory holding and hence lower costs.
In distribution activity, the existence of e-business can create value chain and increase a responsiveness organization to fulfill customer’s needs.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN


Peraturan dibentuk bertujuan untuk menjamin kehidupan sosial manusia agar tertib dan sesaui hakikat hidup secara sosial maupun beragama. Peraturan dibentuk untuk menjamin kehidupan manusia dan untuk mengatur hidup manusia.  Sementara hukum dibuat untuk ditaati oleh seluruh pihak yang ada di dalamnya. Peraturan itu sendiri dibuat sebagai pemertegas suatu hukum ataupun sebagai pelengkap dari suatu hukum yang berlaku.
Tentu kita tahu beberapa pekan lalu, kita dihebohkan dengan pengesahan Undang – Undang Pemilu. Dimana DPR-MPR periode 2009-2014 “berhasil” mengesahkan roman RUU tersebut menjadi Undang –Undang dengan penuh picisanya. Namun RUU tersebut terbantakan karena mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir kepemimpinannya mengeluarkan Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang – undang) yang secara otomatis menggugurkan fungsi dari UU terkait pemilu.
Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sedikit tentang Peraturan Perundangan – Undangan nasional. Bagaimana tata urutan Peraturan Perundang – undangan dan proses pembentukan Peraturan Perundang – undangan.

I.          TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN
1.      HAKIKAT PERATURAN PERUNDANGAN
Menurut S.J. Fockema Andreae istilah Peraturan Perundang – undangan (legislation wetgeving atau gesetzgebung) memiliki dua  pengertian :
a.      Peraturan Perundang – undangan merupakan proses pembentukan atau proses membentuk Peraturan Perundang – undangan negara baik tingkat pusat maupun daerah.

Minggu, 19 Oktober 2014

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Setelah krisis ekonomi yang mengguncang Asia tahun 1997-1998 membawa dampak yang besar terhadap tatanan perekonomian negara – negara di kawasan Asia Tenggara. Setelah lebih dari sepuluh tahun pasca krisis, beberapa negara sudah berhasil membangun kembali stabilitas perekonomian. Meski dalam kenyataanya tingkat pertumbuhan perekonomian tiap – tiap negara berbeda. Oleh sebab itu maka kebutuhan akan integrasi ekonomi di ASEAN saat
ini menjadi sebuah perhatian khusus. Integrasi ekonomi ASEAN disini dapat berupa penciptaan komunitas perekonomian sesama ASEAN, Yang mana diharapkan dengan terjadinya komunitas perekonomian sesama anggota  ASEAN ini akan meningkatkan perdagangan setiap negara anggota, efisiensi dalam produksi, pembenahan sIstem finansial, dan membantu negara-negara yang terlambat pertumbuhannya. Dalam rangka menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kasawasan secara menyeluruh di pasar dunia, mendorong pertumbuhan ekomi dan meningkatkan standar hidup penduduk negara anggota ASEAN maka seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata yaitu ASEAN Economic Community

DEFINISI PRODUK DALAM PEMASARAN INTERNASIONAL

1.1  DEFINISI PRODUK
Menurut Kotler (2001), produk  didefinisikan semua  yang dapat  ditawarkan kepada  pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau  dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan  atau kebutuhan  pemakainya.
Sementara itu  menurut Keegan (1999), produk merupakan kumpulan berbagai atribut fisik, psikologis,  jasa atau layanan,  dan  simbolik yang s ecara kolektif  membentuk  kepuasan atau manfaat bagi para pembeli a tau pemakai.
Suatu produk juga  dapat didefinisikan  dengan  sifat-sifat fisik  atau karakteristik  yang melekat pada produk tersebut seperti berat, ukuran, dan material. Definisi  ini dapat  diperluas dengan memasukan beberapa hal seperti warna, tekstur, gaya, dan bentuk.
1.2  KLASIFIKASI PRODUK
Pada dasarnya produk dapat  diklasifikasikan ke dalam berbagai kriteria.  Seperti produk yang diklasifikasikan berdasarkan pengguna  dibedakan menjadi produk konsumen  dan produk industri.

Motivasi dalam organisasi (macam teori)

  1.       Pengertian Motivasi Kata motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang mempunyai arti berpindah. Sehingga motivasi diarti...