Manajemen strategis adalah satu set keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan performa jangka panjang perusahaan. Hal ini mencakup pemindaian lingkungan (baik eksternal dan internal), tahap formulasi strategi (perencanaan strategis atau jangka panjang), strategi pelaksanaan, dan evaluasi & kontrol. Studi manajemen strategis menekankan monitoring dan evaluasi peluang dan ancaman eksternal dalam kekuatan dan kelemahan sebuah perusahaan. Manajemen strategis menggabungkan topik-topik seperti perencanaan strategis, pemindaian lingkungan dan analisis industri. Dalam manajemen strategis, strategi dipahami bukan hanyak sebagai “ berbagai cara untuk mencapai tujuan” melainkan juga mencangkup penentuan berbagai tujuan itu sendiri.
Tahap-Tahap Manajemen Strategis
Tahap 1: Dasar Perencanaan Keuangan.
Manajer memulai perencanaan serius ketika mereka diminta untuk mengusulkan anggaran tahun berikutnya .Proyek-proyek yang diusulkan biasanya baru sedikit dianalisis dengan mengandalkan informasi yang datang dari dalam perusahaan. Perusahaan biasanya menyediakan sejumlah kecil
Selasa, 19 Mei 2015
Minggu, 10 Mei 2015
STRATEGI PROMOSI DUA PRODUK MENGGUNAKAN GAME THEORY
LATAR BELAKANG
Promosi memiliki peranan yang penting dalam penentuan posisi perusahaan di pasar. Adanya promosi penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu akan menambah nilai suatu produk ataupun merek. Koordinasi dan integrasi promosi dengan aspek-aspek strategi lainya kadang sulit untuk dilakukan di pasar internasional. Ada banyak pertimbangan dalam mendesain strategi promosi untuk pasar internasional terlebih segmen pelanggan yang lebih kompleks, perbedaan geografis, perbedaan budaya, penentuan media, perbedaan kemampuan daya beli, dan lainya menjadi pertimbangan apakah strategi promosi di setiap negara akan terstandarisasi ataukah terlokalisasi, disamping pertimbangan dana untuk promosi.
Salah satu cara untuk produk baru memasuki pasar internasional adalah dengan melakukan kerjasama promosi dengan produk yang sudah memiliki nama di pasar internasional. Kesuksesan dari kerjasama promosi sangatlah bergantung pada ketepatan memilih mitra. Bagaimana mitra tersebut mampu menambahkan nilai pada produk kita, serta dengan produk apa kita bisa melakukan kerjasama. Dengan adanya kerjasama ini bukan hanya akan berdampak positif pada permintaan, penjualan, dan posisi produk kita di pasar. Tetapi juga dapat dijadikan ajang meningkatkan brand image yang kuat di masyarakat terlebih untuk di pasar internasional. Di pasar internasional terkadang sangat sulit bagi produk kita untuk diterima masyarakat mengingat kita tahu betul perbedaan lingkungan pemasaran antara di dalam negeri dan di luar negeri. Kerjasama promosi yang diusung perusahaan untuk dapat memposisikan diri di pasar luar negeri juga bisa dijadikan salah satu sarana CSR (Customer Social Responsibility). Kerjasama promosi ini sudah sering digunakan oleh perusahaan dengan berbagai macam tujuan baik untuk meningkatkan pendapatan ataupun untuk memperkuat brand image mereka di pasar. Seperti contoh pada tahun 2007 Mars Incorporate melakukan kerjasama dengan Dream Work Entertainment untuk mempromosikan produk permen cokelat Sneakers dan film Sherk 3 atau duet fenomenal Mc Donald dengan Coca-Cola, serta Procter and Gambler (P&G) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Amerika Serikat dimana sebagian hasil penjualan produk didonasikan untuk penelitian.
Promosi memiliki peranan yang penting dalam penentuan posisi perusahaan di pasar. Adanya promosi penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu akan menambah nilai suatu produk ataupun merek. Koordinasi dan integrasi promosi dengan aspek-aspek strategi lainya kadang sulit untuk dilakukan di pasar internasional. Ada banyak pertimbangan dalam mendesain strategi promosi untuk pasar internasional terlebih segmen pelanggan yang lebih kompleks, perbedaan geografis, perbedaan budaya, penentuan media, perbedaan kemampuan daya beli, dan lainya menjadi pertimbangan apakah strategi promosi di setiap negara akan terstandarisasi ataukah terlokalisasi, disamping pertimbangan dana untuk promosi.
Salah satu cara untuk produk baru memasuki pasar internasional adalah dengan melakukan kerjasama promosi dengan produk yang sudah memiliki nama di pasar internasional. Kesuksesan dari kerjasama promosi sangatlah bergantung pada ketepatan memilih mitra. Bagaimana mitra tersebut mampu menambahkan nilai pada produk kita, serta dengan produk apa kita bisa melakukan kerjasama. Dengan adanya kerjasama ini bukan hanya akan berdampak positif pada permintaan, penjualan, dan posisi produk kita di pasar. Tetapi juga dapat dijadikan ajang meningkatkan brand image yang kuat di masyarakat terlebih untuk di pasar internasional. Di pasar internasional terkadang sangat sulit bagi produk kita untuk diterima masyarakat mengingat kita tahu betul perbedaan lingkungan pemasaran antara di dalam negeri dan di luar negeri. Kerjasama promosi yang diusung perusahaan untuk dapat memposisikan diri di pasar luar negeri juga bisa dijadikan salah satu sarana CSR (Customer Social Responsibility). Kerjasama promosi ini sudah sering digunakan oleh perusahaan dengan berbagai macam tujuan baik untuk meningkatkan pendapatan ataupun untuk memperkuat brand image mereka di pasar. Seperti contoh pada tahun 2007 Mars Incorporate melakukan kerjasama dengan Dream Work Entertainment untuk mempromosikan produk permen cokelat Sneakers dan film Sherk 3 atau duet fenomenal Mc Donald dengan Coca-Cola, serta Procter and Gambler (P&G) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Amerika Serikat dimana sebagian hasil penjualan produk didonasikan untuk penelitian.
Selasa, 24 Februari 2015
MID-TES E-BUSINESS
1.
DISTINGUISH
BETWEEN E-COMMERCE AND E-BUSINESS
a.
e-commerce: all
electronically mediated transaction between organization and the third party it
deal with; exchange information across electronic network at any stage in
supply chain weather within an organization. the activities of e-commerce can
differ on two perspective, buy-side and sell-side. While the activities of
e-business not only buy-side and sell-side but also how to interact with all
company’s stakeholders. E-commerce
covers outward-facing processes that touch customers, suppliers and external
partners, including sales, marketing, order taking, delivery, customer service,
purchasing of raw materials and supplies for production and procurement of
indirect operating-expense items, such as office supplies. It involves new
business models and the potential to gain new revenue or lose some existing
revenue to new competitors.
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT IN SYSTEM INFORMATION CONTEXT
DELLA ANDINI
Value Chain
Value chain is a concept for
considering key activities that organization can perform or manage with
intention of adding value for the customer as product and services move from
conception to delivery to the customer.
Value chain is activities to
add a value and reduce cost in order to create effectiveness from
organization’s supply chain activities.
The
Impact e-business to value chain
In my opinion, an existence
e-business can create competitive advantages for organization.
E-business growth has
created direct marketing such online purchasing and selling activities. The
growth of e-business exposes an opportunity to expand or to reach another
customer’s segment. It shows that existence of e-business can create value
chain in marketing activity.
In procurement activity, a
progression of electronic communication can make value chain by reducing cost
and create integrating data. In the primary
value chain, benefits can be even greater,
for example, if a retailer shares information electronically with a supplier about demand for its products, this can enhance the
value chain of both parties since the cycle time
for ordering can be reduced, resulting in lower inventory holding and hence lower costs.
In distribution activity,
the existence of e-business can create value chain and increase a
responsiveness organization to fulfill customer’s needs.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Peraturan
dibentuk bertujuan untuk menjamin kehidupan sosial manusia agar tertib dan
sesaui hakikat hidup secara sosial maupun beragama. Peraturan dibentuk untuk
menjamin kehidupan manusia dan untuk mengatur hidup manusia. Sementara hukum dibuat untuk ditaati oleh
seluruh pihak yang ada di dalamnya. Peraturan itu sendiri dibuat sebagai
pemertegas suatu hukum ataupun sebagai pelengkap dari suatu hukum yang berlaku.
Tentu kita
tahu beberapa pekan lalu, kita dihebohkan dengan pengesahan Undang – Undang Pemilu.
Dimana DPR-MPR periode 2009-2014 “berhasil” mengesahkan roman RUU tersebut
menjadi Undang –Undang dengan penuh picisanya. Namun RUU tersebut terbantakan
karena mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir kepemimpinannya
mengeluarkan Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang – undang) yang secara
otomatis menggugurkan fungsi dari UU terkait pemilu.
Pada
kesempatan kali ini, saya akan berbagi sedikit tentang Peraturan Perundangan –
Undangan nasional. Bagaimana tata urutan Peraturan Perundang – undangan dan
proses pembentukan Peraturan Perundang – undangan.
I.
TATA URUTAN
PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN
1. HAKIKAT
PERATURAN PERUNDANGAN
Menurut S.J.
Fockema Andreae istilah Peraturan Perundang – undangan (legislation wetgeving
atau gesetzgebung) memiliki dua
pengertian :
a. Peraturan
Perundang – undangan merupakan proses pembentukan atau proses membentuk
Peraturan Perundang – undangan negara baik tingkat pusat maupun daerah.
Minggu, 19 Oktober 2014
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
MASYARAKAT
EKONOMI ASEAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Setelah
krisis ekonomi yang mengguncang Asia tahun 1997-1998 membawa dampak yang besar
terhadap tatanan perekonomian negara – negara di kawasan Asia Tenggara. Setelah
lebih dari sepuluh tahun pasca krisis, beberapa negara sudah berhasil membangun
kembali stabilitas perekonomian. Meski dalam kenyataanya tingkat pertumbuhan
perekonomian tiap – tiap negara berbeda. Oleh sebab itu maka kebutuhan akan
integrasi ekonomi di ASEAN saat
ini menjadi sebuah perhatian khusus. Integrasi ekonomi ASEAN disini dapat berupa penciptaan komunitas perekonomian sesama ASEAN, Yang mana diharapkan dengan terjadinya komunitas perekonomian sesama anggota ASEAN ini akan meningkatkan perdagangan setiap negara anggota, efisiensi dalam produksi, pembenahan sIstem finansial, dan membantu negara-negara yang terlambat pertumbuhannya. Dalam rangka menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kasawasan secara menyeluruh di pasar dunia, mendorong pertumbuhan ekomi dan meningkatkan standar hidup penduduk negara anggota ASEAN maka seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata yaitu ASEAN Economic Community
ini menjadi sebuah perhatian khusus. Integrasi ekonomi ASEAN disini dapat berupa penciptaan komunitas perekonomian sesama ASEAN, Yang mana diharapkan dengan terjadinya komunitas perekonomian sesama anggota ASEAN ini akan meningkatkan perdagangan setiap negara anggota, efisiensi dalam produksi, pembenahan sIstem finansial, dan membantu negara-negara yang terlambat pertumbuhannya. Dalam rangka menjaga stabilitas politik dan keamanan regional ASEAN, meningkatkan daya saing kasawasan secara menyeluruh di pasar dunia, mendorong pertumbuhan ekomi dan meningkatkan standar hidup penduduk negara anggota ASEAN maka seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata yaitu ASEAN Economic Community
DEFINISI PRODUK DALAM PEMASARAN INTERNASIONAL
1.1 DEFINISI PRODUK
Menurut Kotler (2001), produk didefinisikan semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan
atau dikonsumsi yang dapat memuaskan
keinginan atau kebutuhan pemakainya.
Sementara itu menurut
Keegan (1999), produk merupakan kumpulan berbagai atribut fisik,
psikologis, jasa atau layanan, dan simbolik
yang s ecara kolektif membentuk kepuasan atau manfaat bagi para pembeli a tau
pemakai.
Suatu produk juga dapat
didefinisikan dengan sifat-sifat fisik atau karakteristik yang melekat pada produk tersebut seperti
berat, ukuran, dan material. Definisi ini
dapat diperluas dengan memasukan
beberapa hal seperti warna, tekstur, gaya, dan bentuk.
1.2
KLASIFIKASI PRODUK
Pada dasarnya produk dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kriteria. Seperti produk yang diklasifikasikan
berdasarkan pengguna dibedakan menjadi
produk konsumen dan produk industri.
Langganan:
Postingan (Atom)
Motivasi dalam organisasi (macam teori)
1. Pengertian Motivasi Kata motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang mempunyai arti berpindah. Sehingga motivasi diarti...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sistem informasi manajemen ( SIM ) adalah salah satu dari lima subsistem utama CBIS. Tuju...
-
Sumber daya manusia merupakan bagian penting dari organisasi karena berkaitan dengan kegiatan operasi perusahaan. Manajemen sumber daya man...
-
1.1 DEFINISI PRODUK Menurut Kotler (2001), produk didefinisikan semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimili...