Senin, 04 Desember 2017
Selasa, 14 November 2017
Daya Saing Indonesia dan Negara Asia Tenggara tahun 2016
Daya saing dapat
diartikan sebagai kemampuan suatu negara untuk menghasilkan dan memasarkan
produk secara lebih efisien pada pasar tertentu dibandingkan dengan negara lain
(Dimyati, 2014:99). Konsep daya saing ditentukan oleh kepemilikan sumberdaya ekonomi
yang melimpah dan dapat dimaksimalkan secara intesif dengan adanya pengetahuan,
penguasaan teknologi, dan inovasi (BKF Kemenkeu, 2014:13). Keunggulan daya
saing meliputi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Menurut Porter
daya saing dapat diidentikan dengan tingkat output yang dihasilkan untuk setiap
input yang digunakan. Keunggulan komparatif merupakan keunggulan yang bersifat
alamiah sedangkan keunggulan kompetitif dianggap sebagai faktor yang bersifat acquired atau dapat dikembangkan dan
diciptakan.
Perkembangan
konsep daya saing terbaru dikemukakan oleh World Economics Forum yang
menyatakan ada 12 pilar yang mempengaruhi daya saing suatu negara antara lain: (1)institusi,
(2)infrastruktur, (3)lingkungan ekonomi makro, (4)kesehatan dan pendidikan
dasar, (5)pendidikan tinggi dan pelatihan, (6)efisiensi pasar barang,
(7)efisiensi pasar tenaga kerja, (8)pembangungan pasar keuangan, (9)kesiapan
teknologi, (10)ukuran pasar. (11)kecanggihan bisnis. (12) inovasi.
Setiap tahunnya, World
Economic Forum merilis daya saing setiap negara berdasarkan 12 indikator
tersebut dan indikator lainya. Berikut daya saing Indonesia dan negara ASEAN
pada tahun 2016-2017 berdasarkan data dari Global Competitive Report.
1. INDONESIA
Tahun 2016 populasi Indonesia sebanyak 255.5
juta dengan GDP sebesar USD855.0 Milliar, GDP per kapita 3362.4 Berdasarkan
laporan Global Competitive Report, Global Competitiveness Indeks Indonesia pada
tahun 2016 adalah 4.5 dan berada di posisi 41. Sedangkan untuk 12 pilar konsep
daya saing penilaianya sebagai berikut:
a.
Pilar Institusi
menduduki peringkat 56 dengan nilai 4.1
b.
Pilar infrastruktur
menduduki peringkat 60 dengan nilai 4.2
c.
Pilar lingkungan
ekonomi makro menduduki peringkat 30 dengan nilai 5.5
Selasa, 10 Oktober 2017
PRODUK DAN STRATEGI MERK DALAM PEMASARAN INTERNASIONAL
A. DEFINISI PRODUK
Menurut Kotler (2001), produk didefinisikan semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan
atau dikonsumsi yang dapat memuaskan
keinginan atau kebutuhan pemakainya. Sementara itu menurut Keegan (1999), produk merupakan
kumpulan berbagai atribut fisik, psikologis,
jasa atau layanan, dan simbolik yang secara kolektif membentuk kepuasan atau manfaat bagi para pembeli atau pemakai. Suatu produk juga dapat
didefinisikan dengan sifat-sifat fisik atau karakteristik yang melekat pada produk tersebut seperti
berat, ukuran, dan material. Definisi ini
dapat diperluas dengan memasukan
beberapa hal seperti warna, tekstur, gaya, dan bentuk.
1.
KLASIFIKASI PRODUK
Pada dasarnya produk dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kriteria. Seperti produk yang diklasifikasikan
berdasarkan pengguna dibedakan menjadi
produk konsumen dan produk industri.
Berdasarkan bagaimana barang itu dibeli hingga kerangka pengklasifikasian
produk berkembang untuk pemasaran secara global. Dalam pemasaran internasional
produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu produk lokal, produk
internasional, dan produk global.
a.
Produk lokal
Produk lokal atau produk domestik adalah produk yang
memiliki pasar potensial di suatu negara dan bertahan dalam lingkup domestik.
Meskipun secara kemampuan produk tersebut mampu untuk memasuki pasar
internasional. Kadangkala produk nasional bisa dimunculkan oleh perusahaan
global yang berusaha melayani kebutuhan dan preferensi pasar Negara tertentu.
Misalnya Coca-Cola mengembangkan minuman non-karbonasi dengan rasa ginseng yang
hanya dijual di Jepang.
PENILAIAN KINERJA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PROSES PENILAIAN
Penilaian kinerja merupakan salah
satu aspek penting dalam pengelolaan pegawai dalam suatu organisasi. Menurut
Gary Dessler (2008 : 290), penilaian kinerja adalah suatu prosedur yang
mengaitkan pengaturan standar kerja, mengukur kinerja terkini dari karyawan
yang dibandingkan dengan standar dan memberi timbal balik pada karyawan dengan
tujuan untuk memotivasi karyawan dan menghilangkan kinerja yang buruk atau
melanjutkan kinerja yang sudah baik. Sementara pengertian penilaian kinerja
menurut Noe, et al, (2000) bahwa penilaian kinerja hanya merupakan salah satu bagian dari proses manajemen
kinerja secara luas.
Manajemen kinerja didefinisikan
sebagai suatu proses dimana manajer yakin bahwa aktivitas dan output karyawan
telah sesuai dengan sasaran organisasi.Pemahaman mengenai kinerja yang
diharapkan menjadi starting point dalam penilaian kinerja.
Seluruh pegawai harus memahami konsep kinerja yang diterapkan dan memahami apa
yang diharapkan dari mereka.Kemudian, selutuh pihak yang terkait dengan
penilaian kinerja harus memahami aspek-aspek yang akan dijadikan penilaian
kinerja. Melalui pemahaman ini, kesalahpahaman mengenai penilaian kinerja dapat
diminimalisir.
Instrumen penilaian kinerja yang
valid dan reliabel merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Melalui instrumen
ini, akan dapat terdeteksi, pegawai yang mempunyai kinerja sesuai dengan yang
diharapkan dan pegawai yang belum mampu mencapai kinerja yang diharapkan.
Kepentingan adanya instrumen yang valid dan reliabel akan sangat terasa
manakala hasil penilaian dikaitkan dengan apresiasi dan program pengembangan
pegawai.
Selain hal-hal tersebut, hal
terpenting dalam proses penilaian kinerja adalah kepedulian pimpinan organisasi
terhadap perlunya penilaian kinerja. Pimpinan organisasi yang mempunyai
komitmen tinggi terhadap penilaian kinerja akan selalu berusaha mencari
cara-cara terbaik dan tepat dalam melakukan penilaian kinerja serta
melaksanakannya secara konsisten. Proses penilaian kinerja antara lain adalah
sebagai berikut:
1.
Penentuan sasaran
Penentuan
sasaran sebagaimana telah disebutkan harus spesifik, terukur, menantang dan
didasarkan pada waktu tertentu. Di samping itu perlu pula diperhatikan proses
penentuan sasaran tersebut, yaitu diharapkan sasaran tugas individu dirumuskan
bersama-sama antara atasan dan bawahan.
2.
Penentuan standar kinerja
Pentingnya
penilaian kinerja menghendaki penilaian tersebut harus benar-benar objektif,
yaitu mengukur kinerja karyawan sesungguhnya yang disebut dengan job related.
Sistem penilaian kinerja harus mempunyai standar, memiliki ukuran yang dapat
dipercaya dan mudah digunakan.
TANAMAN KAKAO DAN PRODUK OLAHANYA
1.
Jenis Tanaman Kakao
Kakao adalah tanaman yang diperkirakan
berasal dari hutan di Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara. Tanaman
ini pertama kali dibudidayakan oleh Suku Aztec dan Suku Maya dimana biji dari
tanaman kakao dikeringkan di bawah sinar matahari yang kemudian dijadikan
adonan cokelat (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2010:4). Tanaman
kakao mulai diperkenalkan ke Eropa oleh bangsa Spanyol pada tahun 1550.
Sementara di Indonesia, tanaman kakao diperkenalkan pertama kali di daerah
Sulawesi Utara oleh bangsa Spanyol pada tahun 1560 (Prawoto, 2008:12). Secara
taksonomi, tanaman kakao tergolong dalam marga Theobroma dengan suku Sterculiaceae.
Buah kakao secara umum dibedakan menjadi tiga yaitu:
a.
Kakao Criollo
Kakao Criollo merupakan jenis tanaman kakao
yang menghasilkan biji kakao dengan mutu sangat baik dan dikenal sebagai
cokelat mulia atau premium. Buah kakao Criollo berwarna merah atau berwarna
hijau. Kulit buah kakao Criollo cenderung kasar, tebal, lunak, dan mudah
dipecah. Ukuran biji buah besar dan bulat dengan dengan kadar lemak yang
relatif rendah.
b.
Kakao Forastero
Kakao jenis Forastero menghasilkan biji
cokelat dengan mutu sedang (bulk cacao).
Buah kakao jenis Forastero berwarna hijau dengan kulit tebal. Biji buah tipis
atau gepeng dengan cita rasa lebih pahit dibandingkan kakao Criollo. Tanaman
kakao jenis Forastero juga disebut dengan kakao lidak yang memiliki pretumbuhan
vegetatif lebih baik dan lebih tahan terhadap hama dan serangan penyakit.
c.
Kakao Trinitario
Jenis kakao Trinitario merupakan kakao jenis
campuran atau hibridasi dari jenis Criollo dengan jenis Forastero yang
menghasilkan biji fine flavour cocoa
dan memiliki karakter yang heterogen. Tamanan jenis Trinitario memiliki keunggulan pertumbuhan yang
cepat dan masa panen sepanjang tahun.
2.
Panen
a.
Pemerahan buah
Panen adalah proses pemerahan buah kakao yang
masak yang ditandai dengan perubahan warna, perubahan ciri fisik buah, serta
jika buah diguncang maka biji mengeluarkan bunyi. Umur buah panen ditentukan
sejak fase pembentukan buah sampai pada fase kematangan membutuhkan waktu
kurang lebih 5 bulan (SCCP, 2013:6). Setelah proses pemerahan buah kakao, tahap
selanjutnya adalah proses pemecahan buah kakao, pengambilan biji dari dalam
buah, proses sortasi biji kakao basah.
b.
Fermentasi
Fermentasi adalah proses penguaraian senyawa
yang tejadi di dalam biji kakao untuk membentuk aroma dan warna pada biji
kakao. Fermentasi bertujuan untuk membentuk cita rasa khas cokelat serta
mengurangi rasa pahit dan
sepat yang ada di dalam biji kakao yang masih basah (Pedoman Pengolahan
Kakao Disbun, 2012:5). Proses fermentasi
mengakibatkan terjadinya
perubahan pada biji kakao seperti pulp yang akan
Rabu, 30 Agustus 2017
12 MATERI GRAMMAR TOEFL YANG PERLU DIPELAJARI (Part 2) PARALLEL STRUCTURE
PARALLEL STRUCTURE
Parallel structure adalah materi yang membahas tentang
bagaimana membentuk kalimat yang di dalamnya memuat penjelasan yang memiliki
kesamaan jenis kata pada predikatnya. Seperti
ketika predikat adalah noun (kata benda) maka predikat selanjutnya harus noun
dalam satu kalimat. sebagai contoh
Not only he was rich, but also generous
Not only dan but also adalah kata hubung, sedangkan rich dan
generous adalah adjective. Fokus materi paralles structure pada soal-soal toefl
adalah pada penggunaan kata hubung dan apakah kata yang digunakan memiliki jenis
kata yang sejenis atau tidak. Baik itu Noun, verb, ataupun adjective.
Parallel structure sendiri dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Coordinative Conjuction
Coordinative conjuction memiliki 7 kata
hubung antara lain: for, and, nor, but, or, yet, so. Pola kalimatnya:
_____, _____ for_______
_____, _____ and_______
_____, _____ nor______
_____, _____ but_______
_____, _____ or_______
_____, _____ yet_______
_____, _____ so_______
2. Corelative
From_____to______
Both_____and_____
Either____or______
Neither____nor____
Between___ and_____
Minggu, 27 Agustus 2017
PERBANDINGAN HARGA SNEAKERS ORI DAN KW
Membeli produk KW sama halnya dengan tidak menghargai usaha orang lain. Mari belajar menghargai agar kita dihargai. Membeli barang kw sama halnya tidak punya harga diri karena kita tidak bisa menghargai orang lain yang susah payah menciptakan.
Kadang kala
saya sering merasa marah dan kesal sendiri ketika saya jalan di pusat keramaian
dan melihat banyak orang yang menggunakan pakaian dan aksesoris yang palsu/kw. Para
pengguna barang palsu tersebut merasa baik-baik saja, tidak malu menggunakan
barang palsu. Bahkan beberapa dari mereka nampak percaya diri dan bangga dengan
apa yang mereka kenakan. Saya sering
berpikir apakah mereka tau yang mereka kenakan adalah barang palsu. Apakah mereka
tidak malu ketika ada orang lain yang tau kalau yang mereka kenakan adalah
barang palsu. Saya bukanya sok kaya ataupun bermaksud melihat sebelah mata
(merendahkan) para pengguna barang palsu. Saya dulu sekitar 5 tahun lalu juga
pernah pada posisi (pengguna barang palsu). Saya dengan sengaja dan secara
sadar membeli sebuah sneakers palsu dengan harga yang sangat murah baik yang
saya beli di onlineshop maupun kerja keras saya menawar di sebuah toko di
pasar. Saya menggunakan sepatu palsu saya untuk kuliah dan itulah titik dimana
saya sadar dan mendadak merasa malu dengan apa yang saya kenakan (adalah barang
palsu). Selepas saya sadar dan malu sendiri, saya memutuskan untuk tidak
menggunakan sepatu baru saya dan kemudian membeli lagi sepatu produk lokal yang
asli. Saya akan menceritakan secara blak-blakan sepatu palsu yang saya beli
adalah merk Nike yang saya dapat dengan harga 200.000 5 tahun lalu dari
onlineshop. Sedangkan sepatu yang saya beli di pasar dan melalui proses tawar
menawar yang sangat sengit dengan pembeli adalah sepatu merk Convers all star
yang saya dapat dengan harga 55.000 tahun 2012.
Banyaknya dan
mudahnya membeli sepatu palsu/KW di pasaran (online/konvensional) tidak
terlepas dari tingginya minat pembeli dari berbagai kalangan. Keinginan untuk
menjadi keren dan gaul di lingkungan pergaulan menjadi alasan para pengguna
sepatu KW untuk membelinya. Di benak mereka “tak masalah membeli dan
menggunakan sepatu KW toh banyak yang memakainya, toh gak ada yang melarang dan
tidak ada yang peduli apakah yang kita kenakan KW atau asli.” Di pasaran (Dari
yang saya amati) merk sering diduplikasi dan laris untuk sepatu adalah Nike,
Adidas, dan Converse. Di Indonesia (berdasarkan pencarian saya melalui instagram)
untuk sepatu Nike KW sendiri bermacam-macam mulai dari 160.000, 190.000 hingga
250.000 lebih. Sendangkan untuk sepatu Adidas dijual mulai harga 140.000 sampai
lebih(tergantung model). Untuk sepatu converse all star kita bisa menemukan
mulai harga 90.000 ada juga 140.000 sampai lebih. Berikut perbandinganya.
Memang, membeli barang yang asli khususnya sepatu memang
sangat mahal. Tetapi jika anda ingin dianggap gaul, keren, dan ingin dihargai
dimata teman-teman lingkungan anda. Cobalah harga sedikit saja upaya orang lain
menciptakan sepatu yang asli. Produsen produk asli juga mengeluarkan dana yang
besar mulai dari riset, produksi, dan pemasaran. Hargailah kerja keras orang
lain jika kita ingin dihargai. Sekedar saran (saya sendiri juga bukan orang
yang selalu benar dan yang paling baik) segala sesuatu yang baik kadang
membutuhkan upaya lebih. Jika ingin memiliki sesuatu yang bermerk dibutuhkan
usaha menabung yang keras juga. Membeli produk KW sama halnya dengan tidak
menghargai usaha orang lain. Menciptakan produk KW sama dengan halnya mencuri
karya orang lain dan mencari keuntungan dari hal tersebut. Mari belajar
menghargai agar kita dihargai. Membeli barang kw sama halnya tidak punya harga
diri karena kita tidak bisa menghargai orang lain yang susah payah menciptakan.
Senin, 14 Agustus 2017
PROMOSI. KERJASAMA PROMOSI DUA PRODUK, DAN STRATEGINYA
A. LATAR BELAKANG
Promosi memiliki peranan yang penting dalam penentuan posisi perusahaan di pasar. Adanya promosi penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu akan menambah nilai suatu produk ataupun merek. Koordinasi dan integrasi promosi dengan aspek-aspek strategi lainya kadang sulit untuk dilakukan di pasar internasional. Ada banyak pertimbangan dalam mendesain strategi promosi untuk pasar internasional terlebih segmen pelanggan yang lebih kompleks, perbedaan geografis, perbedaan budaya, penentuan media, perbedaan kemampuan daya beli, dan lainya menjadi pertimbangan apakah strategi promosi di setiap negara akan terstandarisasi ataukah terlokalisasi, disamping pertimbangan dana untuk promosi.
Salah satu cara untuk produk baru memasuki pasar internasional adalah dengan melakukan kerjasama promosi dengan produk yang sudah memiliki nama di pasar internasional. Kesuksesan dari kerjasama promosi sangatlah bergantung pada ketepatan memilih mitra. Bagaimana mitra tersebut mampu menambahkan nilai pada produk kita, serta dengan produk apa kita bisa melakukan kerjasama. Dengan adanya kerjasama ini bukan hanya akan berdampak positif pada permintaan, penjualan, dan posisi produk kita di pasar. Tetapi juga dapat dijadikan ajang meningkatkan brand image yang kuat di masyarakat terlebih untuk di pasar internasional.
Di pasar internasional terkadang sangat sulit bagi produk kita untuk diterima masyarakat mengingat kita tahu betul perbedaan lingkungan pemasaran antara di dalam negeri dan di luar negeri. Kerjasama promosi yang diusung perusahaan untuk dapat memposisikan diri di pasar luar negeri juga bisa dijadikan salah satu sarana CSR (Corporate Social Responsibility). Kerjasama promosi ini sudah sering digunakan oleh perusahaan dengan berbagai macam tujuan baik untuk meningkatkan pendapatan ataupun untuk memperkuat brand image mereka di pasar. Seperti contoh pada tahun 2007 Mars Incorporate melakukan kerjasama dengan Dream Work Entertainment untuk mempromosikan produk permen cokelat Sneakers dan film Sherk 3 atau duet fenomenal Mc Donald dengan Coca-Cola, serta Procter and Gambler (P&G) bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Amerika Serikat dimana sebagian hasil penjualan produk didonasikan untuk penelitian.
B. LANDASAN TEORI
1. Promosi
Promosi adalah upaya untuk memberikan informasi, menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya kegiatan promosi produsen atau distributor mengharapkan terhadi kenaikan angka penjualan. Menurut Saladin (2003): Promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, mengingatkan, dan membujuk konsumen tentang produk perusahaan.
a. Manfaat promosi (Shimp,2002:324) :
- Memotivasi pembelian melalui antusiasme konsumen untuk produk baru, produk yang sedang tumbuh, ataupun produk yang sudah matang (mature)
- Memperbaiki penjualan produk
- Menfasilitasi pengenalan produk baru
- Melawan iklan dan promosi penjualan pesaing
- Memenuhi pembelian coba-coba konsumen
MODA TRANSPORTASI LAUT DAN JENIS KONTENER (CONTAINER)
Dalam proses perdagangan internasional khususnya penanganan ekspor-impor terdapat berbagai pihak yang terlibat selain para importir dan ekportir baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain eksportir ada perusahaan jasa pengiriman barang, perusahaan pelayaran, kepabeanan, importir di negara tujuan dan institusi-institusi lain yang berkaitan dengan ekspor-impor. Semua pihak yang terkait tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme ekspor-impor. Termasuk didalamnya bagaimana pihak-pihak tersebut menentukan jasa pengiriman, penentuan dokumen pendukung dimana dokumen tersebut merupakan tanda terima pengalihan dari pihak satu ke pihak lainya. Selain tentang dokumen penentuan moda transportasi apa yang digunakan dalam pengiriman barang juga bagian penting yang perlu diperhatikan karena mengingat transaksi yang dilakukan adalah transaksi antar negara.
A. MODA TRANSPORTASI
1. Alat Angkutan Laut
Dalam kegiatan pengiriman barang, ada beberapa pihak yang saling terkait satu sama lain yaitu Shipper (pengirim barang) – Carrier (jasa pengangkutan) – Consignee (penerima barang). Untuk mengakomodasikan pengiriman barang tersebut diperlukan alat atau sarana transportasi. Ada berbagai alat transportasi, baik melalui darat, laut dan udara yang digunakan untuk mengirim barang dari suatu negara ke negara lain. Namun yang sering digunakan sebagai alat angkut barang untuk kegiatan ekspor-impor adalah angkutan laut. Dalam hal ini alat angkut laut memiliki kelebihan dapat memuat lebih banyak barang. Secara umum ada beberapa tipe kapal laut :
a. Conventional Liner Vesell, adalah jenis kapal pengangkut yang belum menggunakan kontener.
b. Semi Container Vesell, adalah jenis kapal pengangkut yang sebagian menyediakan tempat untuk kontener.
c. Full Container Vesell, adalah jenis kapal yang khusus mengangkut barang-barang yang dikemas dalam kontener dan berlabuh di dermaga atau pelabuhan peti kemas.
Sedangkan bila dilihat dari Jenis Layanan dari Kapal Pengangkut tersebut, dapat dibagi menjadi :
a. Conference Line, yaitu jenis pelayanan kapal yang memiliki jadwal tetap berdasarkan persetujuan di antara anggota-anggota perusahaan pelayaran dan adanya kesamaan dalam penentuan tarif B/L .
b. Non Conference Line, perusahaan pelayaran yang tidak bergabung dalam kelompok perusahaan pelayaran dan tarif ditentukan berdasarkan harga pasar.
KEBIJAKAN BISNIS INTERNASIONAL “FORMULATING BUSINESS LEVEL STRATEGY” - BCG MATRIX
The BCG Growth-Share Matrix adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing. Tingkat pertumbuhan bisnis berkaitan dengan seberapa cepat seluruh industri meningkat. Pangsa pasar mendefinisikan apakah sebuah unit bisnis memiliki pangsa yang lebih besar atau lebih kecil dari pesaing. Kombinasi pangsa pasar yang tinggi dan rendah dan pertumbuhan bisnis yang tinggi dan rendah menyediakan empat kategori untuk portofolio perusahaan.
1. DOG
Pada bagian anjing, memiliki pangsa pasar rendah dan tingkat pertumbuhan yang rendah dan dengan demikian tidak menghasilkan atau membutuhkan sejumlah finansial yang relatif besar. Namun, anjing menunjukkan adanya unsur perangkap uang karena uang terikat dalam bisnis yang kurang potensial. Pada bagian ini menjelaskan bahwa perusahaan memiliki laba yang kecil dan bisa dijadikan sebuah target divestasi atau likuidasi ketika tidak ada sebuah perubahan dari aktivitas perusahaan.
2. Question Mark
Pada bagian tanda Tanya, memiliki perkembangan yang pesat sebab bisa dikategorikan sebagai pendatang baru dan dengan demikian akan membutuhkan uang dalam jumlah besar, tetapi karena mereka memiliki pangsa pasar yang masih rendah mereka tidak menghasilkan uang banyak. Pada bagian ini, memiliki potensi untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih dan menjadi bintang atau puncak. Jika tanda tanya tidak berhasil menjadi pemimpin pasar, mungkin tahun kemudian setelah menggunakan keuangannya akan berubah menjadi seekor anjing ketika pertumbuhan pasar menurun. Tanda tanya harus dianalisa dengan hati-hati untuk menentukan apakah mereka patut untuk menerima investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa pasar.
Jumat, 14 Juli 2017
MACAM BUDAYA ORGANISASI
RESUMED FROM : Manajemen
Internasional, Oleh Fred Luthan dan Jonathan Doh
Budaya organisasi adalah nilai
dan keyakinan bersama yang memungkinkan anggota dalam organisasi untuk memahami
peran serta norma yang berlaku dalam organisasi. Budaya organisasi merupakan
karakteristik dan jati diri dalam sebuah organisasi. Karakteristik yang berkaitan dengan budaya
suatu organisasi antara lain norma, nilai, peraturan, dan iklim organisasi.
Dalam kaitan bisnis internasional
budaya organisasi perusahaan di suatu
sangat berbeda dengan budaya organisasi di negara lain. Tak jarang suatu
perusahaan mampu memelihara dua bahkan lebih budaya organisasi pada anak cabang
mereka yang beroperasi di negara yang
berbeda. Hal tersebut sejalan dengan riset Hofstede yang menyatakan bahwa nilai
budaya dari karyawan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
organisasi.
Menurut Deal dan Kennedy, Budaya
organisasi perusahaan pada dasarnya dibentuk oleh beberapa faktor seperti sejarah berdirinya perusahaan, nilai
dan kepercayaan perusahaan, ritual (kegaiatan yang sering dilakukan karyawan),
figur (yang dianggap penting bagi perusahaan, dan koneksi. Dalam konteks bisnis
internasional, preferensi budaya menjadi suatu pembahasan yang perlu dipecahkan
untuk menemukan titik temu ditengah aktivitas ekspansi bisnis seperti merger
dan akuisisi. Menurut Numeroff dan Abraham integrasi budaya organisasi memiliki
4 tahap yaitu (1) menentukan tujuan dan fokus;(2) mengembangkan mekanisme untuk
mengidentifikasi struktur organisasi; (3) penentuan pihak yang memiliki
otoritas yang dominan; (4) identifikasi pihak yang terlibat dan alur
komunikasi.
Budaya organisasi di Eropa secara
umum dikelompokkan menjadi 4 yaitu budaya keluarga, Menara Eiffel, Inkubator,
dan Peluru Kendali.
1. Budaya
Keluarga (Family Culture)
Budaya Keluarga
dikarakteristikan dengan herarki yang kuat dan berorientasi pada figur
pemimpin. Para bawahan menganggap pemimpin sebagai sosok yang dihormati,
disegani, diyakini mampu menentukan
Sabtu, 01 Juli 2017
12 MATERI GRAMMAR TOEFL YANG PERLU DIPELAJARI (Part 1)
Berdasarkan
pengalaman dan catatan saya selama mengikuti kursus Program TOEFL di Kampung
Inggris ada beberapa materi yang selalu keluar saat kita mengerjakan tes antara
lain.
1. Sentence
2.
Paralel Sturcture
3.
Subject-Verb Agreement
4.
Inversion
5.
Verbal/Tenses
6.
Quantifier
7.
Degree of Comparisson
8.
Pronoun
9.
Phrase
10. Article
11. Expletive
12. Common
Error
12
materi Grammar di atas merupakan materi soal yang sering muncul. Jadi pada
tulisan ini, saya akan sedikit menjelaskan 12 materi diatas.
A.
SENTENCE
Pada
materi sentence, saya tidak akan
menjelaskan tentang bagaimana menyusun kalimat yang baik dan benar. Namun lebih
pada pola soal yang sering muncul di soal TOEFL. Pola kalimat yang perlu
diperhatikan ada 3 (tiga) yaitu
1. S
P K
2. K,
S P
3. S,
K, P
Pada
ketiga pola diatas fokuslah pada tanda baca “,” (koma). Kedudukan tanda baca koma menentukan jenis
atau pola kalimat. Sehingga dari keberadaan dan berapa jumlah tanda baca
tersebut dapat diketahui apa yang dibutuhkan suatu kalimat hingga tersusun
menjadi kalimat yang sempurna. sebagai contoh pada soal di bawah ini
Jumat, 16 Juni 2017
Kepemimpinan Situasional dan Tingkat Kesiapan Pengikut
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi sebuah kelompok untuk
mencapai suatu visi atau serangkaian tujuan tertentu yang ditetapkan. Seseorang
bisa memperoleh peran pemimpin hanya karena posisinya dalam organisasi
tersebut. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain
atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.
Gaya
kepemimpinan, mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari
seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan
tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu.
Hersey dan Blanchard (1992) berpendapat
bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan perwujudan dari tiga komponen,
yaitu pemimpin itu sendiri, bawahan, serta situasi dimana proses kepemimpinan
tersebut diwujudkan. Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah
seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan
unjuk kerja maksimum yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan organisasi.
Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai kecakapan dalam
bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti
keterampilan teknis dan konseptual.
Sedangkan bawahan adalah seorang atau
sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut
yang setiap saat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah
Rabu, 07 Juni 2017
Analisis Industri menggunakan Pendekatan Porter
Michael Porter, berpendapat bahwa sebuah perusahaan
haruslah memperhatikan intensitas
persaingan dalam industri. Tingkat intensitas ini ditentukan oleh kekuatan
kompetitif dasar. Menurut Porter Kekuatan kolektif menentukan potensi
keuntungan tertinggi di industri, di mana potensi keuntungan diukur dari segi
seberapa lama pengembalian modal atas modal yang diinvestasikan. Dalam
pemindaian industri, perusahaan harus menilai enam kekuatan:
1.
Ancaman pendatang baru
2.
.Persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang
lain
3.
Ancaman produk atau jasa pengganti
4.
Kekuatan tawar-menawar pembeli
5.
Daya tawar pemasok
6.
Pengaruh Pemangku kepentingan
1.
Ancaman
pendatang baru
Pendatang baru untuk industri biasanya
membawa kapasitas baru, keinginan untuk mendapatkan pangsa pasar, dan sumber
daya yang substansial. Oleh karena itu, pendatang baru merupakan ancaman
terhadap sebuah perusahaan. Ancaman saat penetrasi tergantung pada hambatan
masuk yang ada dan reaksi yang ada dari pesaing. Hambatan saat melakukan
penetrasi pasar adalah obstruksi yang membuat sebuah perusahaan kesulitan untuk
masuk ke sebuah industri. Beberapa hambatan untuk masuk kedalam suatu pasar
adalah:
·
Skala
ekonomi
·
Diferensiasi
produk
·
Kebutuhan
modal
·
Switching
biaya
·
Akses ke
saluran distribusi
·
Ukuran
biaya kerugian independen
·
Kebijakan
pemerintah
·
2.
Persaingan
dengan perusahaan-perusahaan yang lain
Dalam kebanyakan industri, perusahaan saling
tergantung. Sebuah langkah kompetitif oleh satu perusahaan dapat diharapkan
memiliki efek yang nyata pada pesaingnya dan dengan demikian dapat menyebabkan
pembalasan. Menurut Porter, persaingan sengit terkait dengan adanya beberapa
faktor, termasuk :
·
Number of competitor
·
Rate of Industry growth
·
Product of service
·
Amount of fixed cost
·
Capacity
TRANSFER PRICING DAN METODOLOGINYA
Transfer Pricing
Transfer pricing adalah suatu kebijakan perusahaan
dalam menentukan harga transfer
suatu transaksi baik itu barang, jasa, harta tak berwujud, atau pun transaksi finansial yang dilakukan oleh
perusahaan. Terdapat dua kelompok transaksi dalam transfer pricing, yaitu intra-company dan inter-company
transfer pricing. Transfer
pricing merupakan
transaksi barang dan jasa antara beberapa divisi pada suatu kelompok usaha
dengan harga yang tidak wajar, bisa dengan menaikkan (mark up) atau
menurunkan harga (mark down
Lingkungan
pasar yang kompetitif, menuntut perusahaan paham betul tentang bagaimana
mengatasi permasalahan penentuan harga
transfer. Terlebih pengaruh lingkungan tentu akan memberikan pengaruh
terhadap bagaimana perusahaan menentukan harga serta metode yang digunakan. Dalam
skala internasional penentuan metode transfer pricing dapat menjadi suatu hal
yang sangat penting untuk beberapa pihak antara lain untuk kepastian atau jaminan bagi investor
minoritas atau untuk kreditor di anak perusahaan serta menentukan berapa banyak
pendapatan ataupun kehilangan dari transaksi dengan pihak terkait sebagai
akibat dari pengaturan pajak. Ada beberapa metode transfer pricing antara lain:
a.
Berdasarkan
harga dan berdasarkan biaya
Keuntungan
menggunakan metode berdasarkan harga antara lain harga pasar adalah perusahaan
akan mendapatkan harga sumberdaya atau material dengan harga yang sesuai dengan
harga pasar dengan pusat orientasi profit yang terdesentraliasi. Metode harga pasar ini juga membantu
deferensiasi
Langganan:
Postingan (Atom)
Motivasi dalam organisasi (macam teori)
1. Pengertian Motivasi Kata motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang mempunyai arti berpindah. Sehingga motivasi diarti...


